Mengungkap Fakta dan Keadilan
Indeks

Proyek Puskesmas Dayu Senilai Rp5 Miliar Disorot, Atap Bocor hingga Sumur Bor Tak Berfungsi

ASPIRASINEWS, Barito Timur – Proyek pembangunan UPTD Puskesmas Dayu di Kabupaten Barito Timur dengan nilai anggaran lebih dari Rp5 miliar menuai sorotan tajam. Pekerjaan yang dilaksanakan oleh CV. Hipka Group Pusat Palangka Raya itu diduga tidak sesuai standar dan terkesan dikerjakan secara asal-asalan.

Dilansir dari medianasionalpotret.com informasi yang dihimpun dari sejumlah pegawai internal puskesmas menyebutkan, berbagai kerusakan dan ketidaksesuaian ditemukan pada sejumlah bagian bangunan. Di antaranya pemasangan keramik yang banyak dalam kondisi kosong dan tidak merekat dengan baik, serta atap bangunan yang sudah mengalami kebocoran di beberapa titik penting seperti selasar depan, loket pelayanan hingga ruang apoteker. Selasa (17/03/2026).

Selain itu, fasilitas penunjang juga dinilai tidak berfungsi maksimal. Lampu pada papan nama “Puskesmas” dilaporkan tidak menyala, begitu pula dengan tulisan “UGD” yang seharusnya menjadi penanda layanan darurat.

Kondisi pintu bangunan juga menjadi keluhan karena tidak dapat dikunci secara optimal, sehingga berpotensi mengganggu keamanan fasilitas kesehatan tersebut.

Permasalahan lain yang cukup krusial adalah sumur bor yang tidak berfungsi, padahal menjadi sumber utama kebutuhan air bersih bagi operasional puskesmas. Ironisnya, posisi bangunan disebut terlalu dekat dengan septic tank atau toilet, yang dikhawatirkan dapat berdampak terhadap aspek kesehatan lingkungan.

Tidak hanya itu, penataan lingkungan proyek juga dinilai amburadul. Sisa material bangunan terlihat dibiarkan berserakan tanpa penanganan yang jelas, sehingga mencerminkan lemahnya pengawasan serta tanggung jawab dari pihak pelaksana proyek.

“Banyak yang tidak beres. Dari awal kami sudah melihat kualitas pekerjaannya meragukan, tetapi tetap saja dilanjutkan,” ujar salah satu pegawai UPTD Puskesmas Dayu yang enggan disebutkan namanya.

Hal yang menjadi perhatian serius adalah proyek pembangunan ini diketahui turut didampingi oleh tim dari Kejaksaan Negeri Barito Timur. Namun kondisi yang terjadi di lapangan justru menimbulkan tanda tanya besar mengenai efektivitas pengawasan yang dilakukan.

Publik kini mendesak adanya audit menyeluruh serta investigasi mendalam terhadap proyek tersebut. Pasalnya, anggaran miliaran rupiah yang bersumber dari uang negara seharusnya mampu menghasilkan fasilitas kesehatan yang layak dan berkualitas bagi masyarakat.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak CV. Hipka Group maupun instansi terkait belum memberikan keterangan resmi. (Tim/red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *