Mengungkap Fakta dan Keadilan
Indeks

Bupati Bartim Panen Melon dan Sayuran di Desa Matabu, Dorong Penguatan Hortikultura Lokal

ASPRASINEWS, BARITO TIMUR – Bupati Barito Timur, M. Yamin, bersama Ketua TP PKK Kabupaten Barito Timur, Ny. Misnawaty M. Yamin, melakukan panen buah dan sayuran di Desa Matabu, Kecamatan Dusun Timur, Sabtu (4/1/2026). Kegiatan tersebut dilaksanakan di dua lokasi lahan pertanian milik warga setempat sebagai bentuk dukungan pemerintah daerah terhadap pengembangan sektor hortikultura.

Panen pertama dilakukan di lahan melon milik H. Yudi yang berlokasi di Jalan Simpang Mangkarap, Desa Matabu. Lahan tersebut saat ini dikelola dengan sistem sewa dan menjadi salah satu contoh pengembangan budidaya buah hortikultura di wilayah tersebut.

Selanjutnya, rombongan Bupati melanjutkan panen di lokasi kedua, tepatnya di RT 7 RW 3 Desa Matabu, di lahan milik Moh Noor. Di lokasi ini ditanam berbagai jenis sayuran, antara lain kangkung, pakcoy, sawi manis, dan kemangi, yang selama ini menjadi sumber pendapatan harian bagi petani setempat.

Kegiatan panen tersebut turut diikuti Kepala UPT Dusun Timur Erai Sairi, para petugas penyuluh lapangan (PPL), kru RA Nursery, serta Udin, seorang tengkulak asal Kandangan yang selama ini menjadi mitra pembelian hasil panen petani di Desa Matabu.

Dalam kesempatan itu, para petani menyampaikan bahwa hasil panen kali ini belum mencapai target yang diharapkan. Curah hujan yang tinggi menyebabkan sebagian buah melon mengalami keretakan, sehingga berdampak pada penurunan produktivitas. Selain itu, keterbatasan alat pertanian untuk mengantisipasi serangan organisme pengganggu tanaman (OPT) dan hama penyakit tanaman (HPT) pada musim hujan menjadi kendala utama yang dihadapi petani.

Meski demikian, kegiatan panen bersama tersebut menjadi momentum penting untuk memotivasi petani lokal agar terus mengembangkan usaha pertaniannya. Pemerintah Kabupaten Barito Timur menaruh perhatian serius terhadap pengembangan hortikultura sebagai salah satu sektor strategis dalam memperkuat ekonomi masyarakat pedesaan.

Melalui kegiatan ini, pemerintah daerah juga menyoroti pentingnya dukungan berkelanjutan berupa pembinaan teknis, penyediaan peralatan pertanian, serta akses pasar yang lebih luas. Diharapkan, dengan dukungan tersebut, produktivitas dan kualitas hasil pertanian masyarakat dapat meningkat pada musim tanam berikutnya. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *