ASPIRASINEWS, MURUNG RAYA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Murung Raya (Mura) mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) Penguatan Instrumen Evaluasi Mandiri Kabupaten/Kota Layak Anak (KLA) yang diselenggarakan oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia melalui zoom meeting.
Kegiatan yang diikuti seluruh provinsi serta kabupaten/kota se-Indonesia tersebut berlangsung selama dua hari, 12–13 Februari 2026. Di Kabupaten Murung Raya, pelaksanaan bimtek dipusatkan di Aula Bapperida Kabupaten Murung Raya, Kamis (12/2/2026).
Hadir dalam kegiatan itu Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Murung Raya, Sarwo Mintarjo selaku Ketua Gugus Tugas KLA, Kepala DP3ADALDUKKB Murung Raya, Firman Prihatin selaku Wakil Ketua Gugus Tugas KLA, serta perwakilan perangkat daerah dan instansi terkait yang tergabung dalam Gugus Tugas KLA.
Bimtek ini merupakan tindak lanjut surat Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia terkait penguatan instrumen evaluasi mandiri KLA dalam rangka persiapan evaluasi Kabupaten Layak Anak Tahun 2026. Rangkaian kegiatan meliputi pembukaan, pemaparan materi dari narasumber, serta sesi diskusi dan tanya jawab.
Dalam arahannya, Pj Sekda Sarwo Mintarjo menekankan pentingnya sinergi seluruh perangkat daerah dan instansi yang telah ditetapkan dalam Surat Keputusan Gugus Tugas KLA agar bekerja secara terkoordinasi dan terintegrasi.
“Seluruh satuan kerja pada masing-masing Perangkat Daerah harus berperan aktif sesuai tugas dan fungsi guna mendukung terwujudnya Murung Raya sebagai Kabupaten Layak Anak,” ujarnya.
Ia juga berharap melalui bimtek ini, seluruh anggota Gugus Tugas KLA dapat memahami secara komprehensif instrumen evaluasi mandiri yang menjadi indikator penilaian, sehingga proses pengisian data dan pemenuhan dokumen pendukung dapat dilakukan secara optimal dan tepat waktu.
Dengan adanya penguatan ini, Pemkab Murung Raya menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas kebijakan, program, dan layanan yang ramah anak, demi mewujudkan lingkungan yang aman, sehat, dan mendukung tumbuh kembang anak di daerah tersebut. (Red)












