
ASPRASINEWS, Barito Utara – Kondisi pembangunan di Desa Muara Pari, Kecamatan Lahei, Kabupaten Barito Utara, Provinsi Kalimantan Tengah, dinilai memprihatinkan oleh sejumlah warga. Beberapa bangunan desa dilaporkan mangkrak dan tidak kunjung selesai hingga saat ini.
Informasi tersebut disampaikan oleh beberapa tokoh masyarakat serta mantan aparat desa yang enggan disebutkan namanya kepada awak media di Muara Teweh baru-baru ini.
Menurut mereka, salah satu bangunan yang hingga kini terbengkalai adalah Balai Pertemuan Desa. Gedung tersebut direhabilitasi total oleh pemerintah desa beberapa tahun lalu, namun sampai sekarang belum selesai dan tidak dapat dimanfaatkan oleh masyarakat.
“Padahal sebelumnya bangunan itu masih bisa dipakai, cukup dilakukan renovasi ringan saja. Tapi setelah direhab total justru sampai sekarang mangkrak,” ujar salah satu warga.
Selain itu, warga juga menyoroti kondisi Jembatan penyeberangan di Jalan Meranti menuju Desa Muara Pari, khususnya di RT 03. Jembatan tersebut sebelumnya telah beberapa kali direhabilitasi oleh pemerintah desa, namun kemudian dibongkar kembali dan hingga kini belum juga selesai dibangun.
Di sisi lain, masyarakat menilai pemerintah desa justru terlihat lebih fokus pada pengadaan kendaraan operasional. Disebutkan bahwa pemerintah desa telah membeli sekitar delapan unit sepeda motor yang digunakan oleh aparat desa.
“Motor itu dipakai aparat desa ke sana kemari seolah milik pribadi, padahal dibeli menggunakan dana desa dan atas nama desa,” ungkap seorang mantan aparat desa dengan nada kesal.
Tak hanya itu, warga juga mengungkapkan bahwa baru-baru ini pemerintah desa kembali membeli satu unit mobil Toyota Hilux warna hitam yang diduga bersumber dari Alokasi Dana Desa (ADD).
“Masyarakat tidak mengetahui adanya rapat atau musyawarah terkait pembelian mobil tersebut. Tiba-tiba sudah ada mobil baru saja,” kata salah seorang warga.
Melalui pemberitaan media, warga Desa Muara Pari berharap pemerintah daerah dapat turun langsung melihat kondisi desa mereka. Mereka meminta Bupati Barito Utara untuk melakukan pengecekan terhadap pembangunan yang dinilai tidak berjalan dengan baik.
Selain itu, masyarakat juga meminta Inspektorat Kabupaten Barito Utara maupun pihak terkait untuk melakukan audit terhadap penggunaan dana desa dalam beberapa tahun terakhir.
Menurut warga, selama beberapa tahun terakhir laporan penggunaan Dana Desa tidak lagi dipublikasikan melalui baliho seperti biasanya. Mereka juga menilai kinerja sebagian aparat desa kurang maksimal karena jarang berada di kantor.
“Kami berharap pemerintah daerah bisa melihat langsung kondisi di desa kami dan melakukan audit terhadap penggunaan dana desa. Jangan sampai ada dugaan penyalahgunaan anggaran,” ujar warga tersebut.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak Pemerintah Desa Muara Pari belum memberikan keterangan resmi terkait berbagai keluhan yang disampaikan masyarakat tersebut. (Tim/ Red)












