Mengungkap Fakta dan Keadilan
Indeks

PDI Perjuangan; Jangan Bungkam Daya Kritis dan Partisipasi Warga Dalam Politik

ASPRASINEWS, Kalimantan Selatan – Sebagai Partai Politik, PDI Perjuangan selalu mendorong daya kritis warga, sebagai bagian dari partisipasi untuk terus terlibat dalam politik. Bahkan, di tengah krisis ekologi sekarang ini, kami memperkenalkan politik ekologis, tentang pentingnya memperjuangkan kehidupan yang berkelanjutan dan ramah lingkungan. Upaya ini tentu akan bersentuhan pada banyak kepentingan, tetapi itulah harapan warga, agar partai politik peduli pada penyelamatan lingkungan, sehingga alam bukan sebagai obyek eksploitasi, melainkan ruang hidup warga, yang wajib dirawat dan dijaga, kata M. Syaripuddin, atau akrab disapa Bang Din, Ketua DPD PDI Perjuangan Kalimantan Selatan, saat menerima kunjungan silaturrahmi Direktur Intelkam Polda Kalimantan Selatan, Kombes Priyanto Priyo Hutomo, di Kantor DPD PDI Perjuangan Kalimantan Selatan, Jl. A Yani, Kecamatan Guntung Manggis, Banjarbaru.

Turut hadir sejumlah pengurus DPD PDI Perjuangan Kalimantan Selatan, antara lain Berry Nahdian Furqon, Noorhalis Majid, Rizki Erimunadi, Fazlur Rahman, Ahmad Zaini, Meilliyanie, Rina, dan sejumlah pengurus lainnya.

Dalam kesempatan tersebut Kombes Priyanto menyampaikan bahwa, Polda sangat berkepentingan membangun komunikasi dengan partai politik, termasuk PDI Perjuangan, agar kehidupan sosial politik selalu terjaga. Berbagai informasi terkait politik, termasuk isu-isu nasional yang berdampak bagi daerah, agar dapat dikomunikasikan, sehingga kepolisian tidak ketinggalan informasi, dan dapat memfaslitasi segala penyaluran aspirasi politik, termasuk aspirasi warga atau pun mahasiswa. Kalau dulu kepolisian diminta untuk mengamankan, sekarang bergeser menjadi memfasilitasi, karena polisi bukan target dari aspirasi warga, dia berfungsi untuk menjaga warga agar bebas menyalurkan aspirasinya, untuk itu dibutuhkan fasilitasi.

Kegiatan yang semula hanya silaturrahmi, berubah menjadi ajang diskusi, karena beberapa pengurus, secara bergantian menyampaikan sejumlah masukan dan saran kepada Dir Intelkam, Kombes Priyanto.

Harap dimaklumi dan jangan dihalangi, kalau kemudian PDI Perjuangan mendampingi komunitas warga yang menyampaikan aspirasinya kepada pemerintahan, terutama warga yang merasa menjadi korban dari berbagai kebijakan, sebab itulah fungsinya partai politik, kata Berry Nahdian Furqon.

Pun Rizki Erimunadi, menyampaikan bahwa PDI Perjuangan mendorong warga, termasuk mahasiswa, untuk selalu kritis terhadap berbagai kebijakan pemerintah. Bahkan sengaja melakukan pendidikan kritis kepada warga. Upaya tersebut jangan sampai dianggap memprovokasi apalagi mengompori, karena demokrasi membutuhkan sebanyak-banyaknya partispasi warga.

Daya kritis warga, cermin kemajuan demokrasi. Bila warga takut bersuara karena khawatir ditangkap polisi, berarti demokrasi sedang mundur. Jangan ada sedikitpun tersirat pembungkaman daya kritis dan partisipasi warga. Karena itu sangat tepat bila polisi mengambil posisi memfasilitasi suara warga, sebab hal tersebut bagian dari memajukan demokrasi, kata Noorhalis Majid.

Sementara itu, Fazlur Rahman, juga meminta masukan dan saran kepada Dir Intelkam, bila ada kader PDI Perjuangan yang diketahui berpotensi melanggar hukum, termasuk melanggar etik dan moral, untuk dikomunikasikan segera, sehingga dari sisi partai politik, dapat bersiap memberikan pembinaan dan bahkan sanksi.

Menerima banyak masukan dan saran dari pengurus DPD PDI Perjuangan Kalimantan Selatan, Direktur intelkam Polda Kalimantan Selatan, Kombes Priyanto, mengharap agar komunikasi dan koordinasi terus berlanjut, sehingga berbagai upaya baik guna membangun kehidupan politik dan demokrasi, dapat didorong dan turut difasilitasi oleh kepolisian. (nm)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *