ASPRASINEWS, PURUK CAHU – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Murung Raya (Mura) mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi Daerah yang dirangkaikan dengan Sosialisasi Sensus Ekonomi (SE) 2026 secara virtual melalui Zoom Meeting, Senin (15/6/2026).
Kegiatan tersebut dipimpin langsung Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian dan diikuti oleh pemerintah daerah se-Indonesia.
Dari Pemerintah Kabupaten Murung Raya, rakor diikuti Kepala Bagian Ekonomi dan Sumber Daya Alam (Eko SDA) Sekretariat Daerah (Setda) Murung Raya, Cahaya Rinae bersama jajaran terkait dari ruang zoom meeting Bagian Eko SDA Setda Murung Raya.
Dalam arahannya, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung persiapan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026. Menurutnya, data memiliki peran strategis sebagai dasar dalam penyusunan berbagai kebijakan pembangunan.
Ia menegaskan bahwa data yang akurat akan menghasilkan kebijakan yang tepat sasaran dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat. Karena itu, pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 diharapkan mampu menghasilkan data berkualitas guna mendukung perencanaan pembangunan nasional maupun daerah.
Dalam kesempatan tersebut juga disampaikan bahwa pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 mendapat dukungan melalui Surat Edaran Menteri Dalam Negeri Nomor 500.2/3811/SJ tanggal 24 April 2026. Pemerintah daerah diminta melakukan pembinaan, pengawasan, sosialisasi, serta mengajak masyarakat dan pelaku usaha untuk berpartisipasi aktif dalam pendataan.
Selain membahas sensus ekonomi, rakor juga memaparkan perkembangan inflasi nasional. Tercatat, inflasi nasional pada Mei 2026 secara tahunan berada di angka 3,08 persen, sedangkan inflasi bulanan mencapai 0,28 persen.
Pemerintah daerah diharapkan terus memperkuat berbagai langkah pengendalian inflasi guna menjaga stabilitas harga serta mempertahankan daya beli masyarakat.
Pada kesempatan itu, Mendagri juga menilai momentum penyelenggaraan Piala Dunia dapat dimanfaatkan pemerintah daerah sebagai sarana hiburan masyarakat sekaligus mendorong perputaran ekonomi lokal. Menurutnya, kegiatan nonton bareng dapat mempererat persatuan serta membuka peluang usaha bagi pelaku UMKM melalui penjualan atribut maupun produk pendukung lainnya. (Red)












