Mengungkap Fakta dan Keadilan
Indeks

APBD Bartim 2027 Rp869 Miliar, Gerindra Soroti PAD, Jabatan Plt hingga Krisis Air Bersih

oplus_0

ASPRASINEWS, TAMIANG LAYANG – Fraksi Partai Gerindra DPRD Kabupaten Barito Timur (Bartim), Kalimantan Tengah, menerima penjelasan kepala daerah terkait Rancangan Nota Keuangan dan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2027 untuk dibahas lebih lanjut pada tahapan berikutnya.

Pandangan umum tersebut disampaikan langsung oleh Ketua Fraksi Gerindra, I Putu Widid Septiawan, S.T., dalam Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Barito Timur, Senin (12/10/2026).

Dalam penyampaiannya, Fraksi Gerindra tidak hanya mencermati postur anggaran yang direncanakan pemerintah daerah, tetapi juga memberikan sejumlah catatan strategis, mulai dari optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD), percepatan pengisian jabatan yang masih dijabat pelaksana tugas (Plt), hingga penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta pemenuhan kebutuhan air bersih masyarakat.

Berdasarkan rancangan yang disampaikan, total APBD Kabupaten Barito Timur Tahun Anggaran 2027 direncanakan sebesar Rp869.218.808.466,07.

Sementara itu, pendapatan daerah ditargetkan mencapai Rp848.018.349.723,00 yang bersumber dari Pendapatan Asli Daerah (PAD), pendapatan transfer, serta lain-lain pendapatan daerah yang sah.

Adapun belanja daerah direncanakan sebesar Rp869.218.808.466,07, meliputi belanja operasi, belanja modal, belanja tidak terduga, dan belanja transfer.

Dengan komposisi tersebut, rancangan APBD 2027 mencatat defisit sebesar Rp21.200.458.743,07 yang direncanakan ditutup melalui pembiayaan netto sebesar Rp21.200.458.743,08.

Salah satu poin yang menjadi perhatian Fraksi Gerindra adalah optimalisasi Pendapatan Asli Daerah. Pemerintah Kabupaten Barito Timur didorong untuk memaksimalkan potensi dan sumber daya daerah guna meningkatkan penerimaan PAD.

Upaya tersebut dinilai penting untuk memperkuat kapasitas fiskal daerah, sehingga pemerintah memiliki ruang yang lebih memadai dalam membiayai program pembangunan dan pelayanan publik.

Optimalisasi PAD juga menjadi salah satu aspek yang perlu diperhatikan dalam penyusunan kebijakan anggaran, terutama agar pendapatan daerah dapat dikelola secara efektif dan mendukung keberlanjutan pembangunan.

Selain persoalan pendapatan, Fraksi Gerindra turut menyoroti percepatan pengisian jabatan yang hingga kini masih diisi oleh pejabat berstatus Plt.

Menurut catatan fraksi, pengisian jabatan secara definitif perlu mendapat perhatian pemerintah daerah agar pelaksanaan tugas pemerintahan, koordinasi organisasi, serta pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan lebih optimal.

Di sektor lingkungan dan pelayanan dasar, Fraksi Gerindra meminta Pemerintah Kabupaten Barito Timur memberikan perhatian serius terhadap penanganan kebakaran hutan dan lahan.

Persoalan karhutla dinilai membutuhkan langkah penanganan yang serius dan terkoordinasi, terutama untuk mengantisipasi dampak kebakaran terhadap lingkungan, kesehatan masyarakat, serta aktivitas warga.

Selain itu, Fraksi Gerindra menyoroti kebutuhan air bersih bagi masyarakat yang masih mengalami kesulitan mendapatkan akses air bersih.

Ketersediaan air bersih merupakan kebutuhan mendasar yang berkaitan langsung dengan kesehatan dan kualitas hidup masyarakat. Karena itu, pemerintah daerah diharapkan dapat memberikan perhatian melalui langkah penanganan yang sesuai dengan kebutuhan di lapangan.

Berbagai catatan tersebut menjadi bagian dari masukan Fraksi Gerindra dalam pembahasan Raperda APBD Kabupaten Barito Timur Tahun Anggaran 2027.

Dengan diterimanya penjelasan kepala daerah untuk dibahas pada tahap selanjutnya, Fraksi Gerindra berharap proses pembahasan anggaran dapat memperhatikan kebutuhan masyarakat, penguatan pendapatan daerah, efektivitas penyelenggaraan pemerintahan, serta penanganan persoalan mendasar di Kabupaten Barito Timur. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *